IndexFeatured

thumbnail

mie indonesia, #un 2018 soal-soal un 2016 2017

soal-soal UN 2016 UN 2017 jenjang SMA/MA
www.mie-indonesia.com  #un 2018 soal-soal un 2016 2017 selanjutnya........ Setelah para guru dan siswa mendapatkan kisi-kisi sebagaimana bisa di-unduh DISINI, alangkah bijaknya kalau adik-adik SMP dan SMA sekarang tetap fokus untuk mulai memperbanyak latihan soalnya selain dari soal-soal buku latihan "Siap tempur UN 2018" maupun soal-soal latihan yang diberikan oleh guru masing-masing sebaiknya adik-adik tetap menggunakan referensi soal UN tahun 2016 dan 2017 agar mendapatkan gambaran yang jelas seperti apa sih soal UN tersebut.

Sebagai orang yang pernah menikmati kesuksesan sebagai peserta Ujian Nasional (UN), penulis ingin memberikan tips sukses UN 2018  yaitu sebagai berikut :

  1. Buat jadwal konsisten untuk belajar teori 1 jam dan latihan soal 2 jam perhari atau sesuaikan dengan dosis otak anda
  2. Ganti sementara poster Raisa atau Reza Rahadian (kalau ada di kamar) dengan "poster" rumus-rumus matematika, fisika, dan lain-lain
  3. Belajar teori perdalam terlebih dahulu rangkuman materi, selebihnya gunakan Buku Sekolah ELektronik (BSE) silahkan di-unduh DISINI untuk mempermudah pencarian apa saja yang diinginkan, tentunya memakai notebook lebih efisien menggunakan fasilitas Search atau Find pada aplikasi pdf.
  4. Terakhir, ya silahkan uji kemampuan teori/rumus dan skill anda melalui latihan soal-soal UN tahun 2016 dan 2017 dosisnya masing-masing minimal 3 soal perhari, plus soal-soal simulasi atau soal-soal "Siap tempur UN 2018" yang anda bisa dapatkan dari berbagai macam penerbit buku soal-soal siap menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun 2018.
Setelah membaca tips di atas, bila anda memang telah fokus dan konsisten untuk sukses pada UN 2018, anda bisa mengunduh soal-soal UN tahun 2016 dan 2017 sesuai jenjang SMP atau SMA seperti tertera berikut ini.

Soal-Soal UN 2016 Jenjang SMP
Bahasa Indonesia
Matematika
Bahasa Inggris
Ilmu Pengetahuan Alam
Soal-Soal UN 2017 Jenjang SMP
Soal-Soal UN 2016 Jenjang SMA/MA
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Biologi
Ekonomi
Fisika
Geografi
Kimia
Matematika IPA
Matematika IPS
Sosiologi
Soal-Soal UN 2017 Jenjang SMA/MA

Semoga postingan #un 2018 soal-soal un 2016 2017  akan bermanfaat bagi para siswa dan guru sebagai bahan referensi untuk menghadapi Try-Out, Ujian Sekolah, serta Ujian Nasional tahun 2018 dengan hasil gemilang dan memuaskan.
Jadilah mitra atau partner kami untuk mendapatkan aneka informasi atau artikel terbaru, serta mendapatkan file-file otomatis untuk siap di download, dengan mendaftar melalui SAYA INGIN MENJADI PARTNER, selanjutnya selesaikan 2 tahapan konfimasi email anda, yaitu mengisi email anda dan mengetik kombinasi angka atau huruf pencegah spam di kotak EMAIL SUBSCRIPTION REQUEST.
Terima kasih bagi pembaca yang sudah melihat, membaca, dan men-follow serta men-share artikel ini.

☺☺ MotivasiInspirasi dan Edukasi Indonesia☺☺
thumbnail

Terbaru, Jadwal dan Kisi-kisi UN 2018, Kebijakan UN 2018, dan POS UN 2018

Kisi-kisi UN tahun pelajaran 2017/2018
www.mie-indonesia.com  Terbaru, Jadwal dan Kisi-kisi UN 2018, Kebijakan UN 2018, dan POS UN 2018 selanjutnya........ Tidak lama lagi dunia pendidikan di Indonesia memasuki tahun 2018 itu pertanda kegiatan rutin yang biasa digelar diseluruh Indonesia yaitu Ujian Nasional (UN) akan segera dimulai. Menyambut kegiatan akbar tersebut bagi pelajar, guru maupun pihak sekolah memberikan polemik ketika adanya isu Ujian Nasional akan berbentuk essay. Terlepas ada tidaknya ujian model essay di masa mendatang tak perlu dirisaukan manakala persiapan yang matang telah dilakukan mulai dari persiapan materi dengan mencari kisi-kisi terbaru UN 2018, aturan-aturan atau persyarataan-persyaratan yang dikategorikan sebagai Kebijakan Ujian Nasional Tahun 2018 (terlampir dan siap diunduh DISINI), dan juga Prosedur Operasional Standard (POS) UN 2018 (terlampir dan siap diunduh DISINI)

Sebagai "teman" dari kisi-kisi, biasanya yang sangat ditunggu-tunggu oleh siswa dan guru adalah kapan jadwal Ujian Nasional. Nah, baru-baru ini telah dirilis Jadwal UN 2018 yang bisa anda unduh  DISINI SAJA.

Sebagai persiapan dini bagi pelajar, guru maupun pihak sekolah untuk mengantisipasi penyelenggaran Ujian Nasional tahun 2018, alangkah bijaknya kalau pelajar, guru maupun pihak sekolah telah memiliki "navigasi" atau acuan yang jelas berupa kisi-kisi terbaru tahun ajaran 2017/2018 sebagaimana terlampir berikut ini dan tentu saja bisa diunduh sesuai kebutuhan masing-masing. Selain kisi-kisi, anda juga bisa mengunduh soal simulasi Try-Out SMP Paket A.

KISI-KISI UJIAN NASIONAL TAHUN AJARAN 2017/2018
(siap di-unduh) 
*Kisi-kisi UN Gabung SMP 2018
*Kisi-kisi Gabung SMALB dan SMPLB 2018


KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDARD NASIONAL (USBN) TAHUN AJARAN 2017/2018

*********************USBN SMP 2018***********************



*********************USBN SMK 2018***********************









*********************USBN SMA 2018***********************

KEBIJAKAN UJIAN NASIONAL 
TAHUN 2018 
Jakarta, 25 Oktober 2017




MODA UJIAN
Mengutamakan UN Berbasis Komputer (UNBK)

• SMA sederajat 100%
UN berbasis Kertas-Pensil (UNKP)
• Maks 30% SMP, Paket B, Paket C, Pesantren

MATA PELAJARAN YANG DIUJIKAN
Daftar mapel SMP UN, USBN, dan US
SATUAN PENDIDIKAN PELAKSANA UN
1. Satuan Pendidikan terakreditasi
2. Satuan pendidikan belum terakreditasi menginduk pada satuan pendidikan yang terakreditasi sebagai pelaksana UN.

KEBIJAKAN UN DAN USBN 2018

UN SMA/MA/SMK
• Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika; dan
• Satu mata pelajaran untuk diujikan dari jurusan/peminatan (IPA, IPS, Bahasa, Keagamaan)
• UN Gelombang II hanya untuk perbaikan nilai

USBN
• PPKn, Agama, sesuai jurusan
• Mapel tertentu, soal dikembangkan oleh MGMP
• Menentukan kelulusan

UN PENDIDIKAN KESETARAAN
• Dilaksanakan dengan moda UNBK
• Ada UN Susulan
• Tidak ada USBN

UN Gelombang II hanya untuk perbaikan nilai

A. KEBIJAKAN UN 2017
1 . Ujian Nasional tetap dilaksanakan.
2. UN Tidak menentukan kelulusan.
3. Peserta didik yang berkebutuhan khusus tidak wajib mengikuti UN.
4. Mutu Ujian Sekolah ditingkatkan menjadi USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) untuk beberapa mata pelajaran.
5. Menjadikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebagai main stream pelaksanaan UN.

KEBIJAKAN UN 2018

PERAN PANITIA UN DAERAH
• Tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Provinsi
• Sesuai kewenangan yang ditetapkan UU Otonomi Daerah, namun tetap ada koordinasi.

UN UNTUK SLB
• Peserta didik berkebutuhan khusus dapat mengikuti UN.
Tidak ada USBN

PEMINDAIAN LJUN
• SMA sederajat oleh LPMP
• SMP sederajat oleh Dinas Pendidikan Provinsi

UN UNTUK PERBAIKAN
Tidak ada UN Gel. 2
• Peserta UN 2016/2017 yang ingin memperbaiki, mendaftar melalui sekolah asal dan jadwalnya saat UN Susulan utk SMA Sederajat

B. KEBIJAKAN UN UNTUK PENDIDIKAN KESETARAAN

1 . Hasil UN berfungsi untuk penyetaraan.
2. Mapel yang diujikan dalam UN Pendidikan Kesetaraan:
a. 7 Mapel untuk Paket C
b. 6 Mapel untuk Paket B
3. Tidak ada USBN untuk Pendidikan Kesetaraan.
4. Peserta didik dari pendidikan kesetaraan dapat mengikuti UN di satuan pendidikan formal atau satuan pendidikan nonformal yang terakreditasi.
5. Pendaftaran peserta UN dilakukan secara terintegrasi melalui DAPODIK.
6. Pelaksana UN untuk Pendidikan Kesetaraan BUKAN lagi Dinas Pendidikan tetapi satuan pendidikan.
7. Moda pelaksanaan UN dengan UNBK dan UNKP.
8. Jadwal UN untuk Pendidikan Kesetaraan pada hari Sabtu dan Minggu.

9. Ada UN susulan, UN gelombang kedua hanya untuk perbaikan nilai.

ISU TEKNIS UN 2018
1. Perbandingan jumlah teknisi terhadap server atau client
2. Optimalisasi help desk provinsi dan kabupaten
3. Konfigurasi (jarak dan letak) client di ruang ujian
4. Headset client saat bukan ujian listening
5. Penggunaan wifi di ruang ujian (client ke server)
6. Sosialisasi teknis kepada Kepala Dinas dan Kepala Sekolah untuk mendukung kerja proktor dan teknisi.


PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) UN 2018

PANITIA TINGKAT PROVINSI

Ø Dinas Pendidikan Provinsi
Ø Kantor Wilayah Kementerian Agama (Bidang yang menangani pendidikan madrasah, pendidikan keagamaan, dan Pendidikan Keagamaan Kristen dan Katolik)
Ø Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)
Ø Dewan Pendidikan Provinsi
Ø Instansi tingkat provinsi yang terkait dengan pendidikan keahlian.

PANITIA TINGKAT KABUPATEN/KOTA

ØDinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Ø Kantor Kementerian Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota (Seksi yang menangani pendidikan madrasah, pendidikan keagamaan, dan seksi yang menangani pendidikan nonformal: Program Paket B/Wustha, dan Program Paket C).

PESERTA

• Pendidikan Formal termasuk SPK (Satuan Pendidikan Kerja sama)*
• Pendidikan Kesetaraan
• Pendidikan Informal (sekolah rumah)
• Peserta UN 2015/2016 yang ingin memperbaiki nilai
*) Permendikbud No. 3 Tahun 2017 Pasal 6: Setiap peserta didik yang berkebutuhan khusus tidak wajib mengikuti UN dan USBN.
PERSYARATAN PESERTA UN

Ø Peserta didik telah atau pernah berada pada tahun terakhir pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu.
Ø Peserta didik memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu mulai semester I tahun pertama sampai dengan semester pertama pada tahun terakhir.
Ø Peserta didik memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada Pendidikan Kesetaraan.

PESERTA UN DARI PENDIDIKAN FORMAL

Ø …Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebelum mengikuti US, atau sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun untuk peserta program SKS.
Ø Peserta UN dari program SKS harus berasal dari satuan pendidikan yang terakreditasi A dan memiliki izin penyelenggaraan program SKS.
Ø Peserta didik Warga Negara Indonesia (WNI) pada Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) wajib mengikuti UN untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada pendidikan formal.
Ø…SPK mendaftar dan mengikuti UN pada satuan pendidikannya yang atau satuan pendidikan pelaksana UN terakreditasi A yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan sesuai dengan kewenangannya.

KRITERIA KELULUSAN
kriteria kelulusan SMA/SMK
PENGATURAN SANKSI UN 2018

Pelanggaran berat oleh peserta ujian :
Ø membawa contekan ke ruang ujian;
Ø kerjasama dengan peserta ujian;
Ø menyontek atau menggunakan kunci jawaban; dan/atau
Ø membawa HP ke dalam ruang ujian.

Pelanggaran berat oleh Pengawas Ujian:
Ø memberi contekan;
Ø membantu peserta ujian dalam menjawab soal;
Ø menyebarkan/membacakan kunci jawaban kepada peserta ujian;
Ø mengganti dan mengisi LJUN atau jawaban UNBK;
Ø Lalai menangani gangguan pada UNBK sehingga mengharuskan pengulangan ujian;
Ø menggunakan alat komunikasi (HP), kamera, dan atau perangkat elektronik yang dapat merekam gambar; dan/atau
Ø memeriksa dan menyusun LJUN tidak di ruang ujian (untuk pengawas UNKP).

INVESTIGASI

Ø Investigasi dilakukan secara sendiri-sendiri atau bersama oleh:
• Inspektorat Jenderal Kemdikbud/Kemenag.
• Badan Standar Nasional Pendidikan.
• Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud.

Ø Bentuk investigasi
• Peninjauan ke tempat kejadian perkara.
• Analisis pola jawaban per daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota).

PENGATURAN KHUSUS

Ø Pelaksanaan UN bagi peserta UN yang memerlukan layanan khusus dan/atau berbeda dapat diberikan kepada:
    • Peserta UN yang menyandang disabilitas tunanetra, tunarungu, tunalaras, dan tunadaksa;
    • Peserta UN yang berada di Lembaga Pemasyarakatan; dan/atau
    • Peserta UN yang dirawat di rumah sakit atau di tempat lain yang ditentukan oleh petugas  kesehatan.
Ø Pelaksanaan UN dengan layanan khusus/berbeda dapat diberikan apabila:
  • Peserta UN penyandang disabilitas yang memerlukan pengaturan khusus telah melaporkan kondisinya kepada Panitia UN Tingkat Provinsi/Kabupaten/ Kota dan atau tingkat Satuan Pendidikan selambatnya 1 (satu) bulan sebelum pelaksanaan UN;
  • Peserta UN yang sakit atau di LP telah dilaporkan kondisinya kepada Panitia UN Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota dan atau tingkat Satuan Pendidikan selambatnya 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan UN.
    • Peserta UN yang sakit telah dilaporkan kondisinya kepada Panitia UN tingkat Satuan Pendidikan paling lambat sehari sebelum pelaksanaan UN dan kondisi kesehatannya memungkinkan untuk mengikuti ujian di tempat perawatannya.


PESERTA UN PENYANDANG DISIBILITAS

Ø Peserta UN tunanetra dapat memperoleh naskah soal UN dalam huruf Braile; atau
Ø Peserta UN tunanetra dapat mengerjakan soal UN dengan pendamping pembaca soal terlatih yang telah mendapat persetujuan tertulis oleh Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan; atau
Ø Peserta UN tunarungu akan mendapat naskah soal tertulis sebagai pengganti soal Listening Comprehension (LC) untuk Bahasa Inggris; atau
ØPeserta UN tunadaksa mendapat bantuan dari pendampingnya yang telah mendapat persetujuan tertulis oleh Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan.

**************************** SEKIAN ************************************

Semoga postingan Terbaru, Jadwal dan Kisi-kisi UN 2018, Kebijakan UN 2018, dan POS UN 2018  akan bermanfaat bagi para siswa, guru, dan atau pihak sekolah dalam rangka menyambut pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandard Nasional (USBN) agar bisa dilaksanakan dengan baik di sekolah masing-masing serta memperoleh nilai yang memuaskan.
Jadilah mitra atau partner kami untuk mendapatkan aneka informasi atau artikel terbaru, serta mendapatkan file-file otomatis untuk siap di download, dengan mendaftar melalui SAYA INGIN MENJADI PARTNER, selanjutnya selesaikan 2 tahapan konfimasi email anda, yaitu mengisi email anda dan mengetik kombinasi angka atau huruf pencegah spam di kotak EMAIL SUBSCRIPTION REQUEST.




Terima kasih bagi pembaca yang sudah melihat, membaca, dan men-follow serta men-share artikel ini.

☺☺ MotivasiInspirasi dan Edukasi Indonesia☺☺
thumbnail

Pelajar Indonesia, mari berkompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja 2018

panduan lomba karya ilmiah remajawww.mie-indonesia.com  Pelajar Indonesia, mari berkompetisi  Lomba Karya Ilmiah Remaja 2018 selanjutnya........ atau lihat dulu @Daftar Isi. Lomba Karya Ilmiah Remaja merupakan kegiatan rutin diadakan oleh pemerintah dengan tujuan menjaring bakat ilmuwan-ilmuwan atau peneliti-peneliti muda demi pengembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dibandingkan dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN), gaung LKIR ini mungkin tidak banyak pelajar yang bisa mendapatkan informasi mengenai cara dan syarat mengikuti kegiatan tersebut mengingat informasi yang sampai ke sekolah tidak seperti OSN yang rutin dikirimkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota lengkap dengan panduan dan silabusnya.

Mengingat begitu pentingnya kegiatan LKIR ini bagi para pelajar di era gadget dan informasi ini, penulis ingin memberikan informasi mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan oleh pelajar dan guru pembimbing selaku pihak yang mewakili sekolah agar dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut. Semoga, tidak ada lagi kabar dari pelajar yang mengatakan, "saya malas ikut kegiatan tersebut karena informasinya tidak jelas atau tidak ada.". Dengan demikian, semakin banyak sekolah yang bisa mengirimkan wakil pelajarnya untuk berkompetisi dalam kegiatan tersebut untuk mengangkat gengsi sekolah dan gengsi pelajar itu sendiri. Akhirnya, para pelajar dan guru silahkan membagikan informasi ini, dan jangan lupa untuk berpartisipasi dalam LKIR tahun 2018.


Sistematika Penulisan Laporan Karya Tulis Ilmiah

I. Bagian Awal, terdiri dari:

a. Lembaran Judul 

b. Lembar Pengesahan:
       1. Oleh Kepala Sekolah, mengetahui Guru Pembimbing
       2. Oleh Mentor (lembar terpisah)

c. Kata Pengantar

d. Abstrak 
Abstrak adalah uraian singkat (sekitar setengah halaman) tentang intisari dari penelitian. Abstrak biasanya terdiri maksimal 300 kata yang menjelaskan mengapa peneltian penting dilakukan, permasalahan, metode yang digunakan, dan temuan penelitian. Di bawah abstrak dituliskan beberapa kata kunci/ keywords (lazimnya 3-5 kata).

II. Bagian Inti/ Pokok, terdiri dari:

Laporan hasil penelitian tidak dibagi dalam bab, tetapi satu kesatuan naskah tulisan ilmiah. Jumlah halaman pada naskah laporan akhir penelitian maksimal 30 halaman pada ukuran kertas A4 dengan jenis font Times New Roman, font 12 dan satu setengah spasi. 

1. Pendahuluan 

❐Latar belakang menekankan antara lain: kejelasan masalah penelitian, unsur keterbaharuan, signifikansi (pentingan penelitian dilaksanakan) dan manfaat penelitian.

❐Perumusan masalah berfungsi untuk membatasi penelitian agar tidak menyimpang dari pokok masalah yang akan diteliti. Dengan demikian pada bagian ini harus menjelaskan inti masalah yang menjadi fokus penelitian dan dilanjutkan dengan rumusan pertanyaan penelitian.

❐Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai dalam penelitian, manfaat penelitian, pihak yang dapat memanfaatkan hasil penelitian.

2. Tinjauan Pustaka atau Landasan/Kerangka Teori

Bagian ini berisi tentang review/tinjauan atas konsep dan atau teori yang relevan serta hasil-hasil penelitian terkait sebelumnya. 

3. Metode Penelitian

Pada bagian ini diuraikan mengenai cara yang akan digunakan untuk membuktikan hipotesa atau untuk memberi hasil yang berguna untuk memecahkan masalah, mencakup antara lain: sumber data (primer dan skunder), teknik sampling (bila menggunakan sampel), teknik pengumpulan data, teknis pengolahan dan analisis data, serta alasan pemilihan lokasi.

4. Hasil dan Pembahasan Penelitian

a. Menyajikan data hasil penelitian yang didukung dengan analisis data tersebut . Pada bagian ini bila memungkinkan, teori-teori yang disajikan pada bagian 2 digunakan sebagai alat analisis. 

b. Hasil pengolahan data dapat disampaikan dalam bentuk skema, tabel, diagram, gambar, dan/atau grafik. Dalam penyajiannya, judul gambar diletakkan dibawahnya, sementara judul tabel dituliskan di atasnya. Skema, tabel, diagram, gambar dan grafik diberi nomor untuk memudahkan dalam pembahasan. Pembahasan bukan berisi narasi atas angka-angka yang tertera pada gambar maupun tabel, tetapi menjelaskan fenomena yang terjadi  atau makna dibalik angka-angka atau fakta yang ditemukan. 

c. Untuk mendukung pembahasan hasil penelitian, dapat dimanfaatkan tulisan ilmiah dari peneliti lain yang sudah diterbitkan di jurnal ilmiah, ataupun dari buku-buku yang sesuai dengan tema penelitian. 

d. Analisis perlu disajikan secara ringkas dan sistematis, sehingga memudahkan orang lain memahami. 


III. Bagian Kesimpulan dan Saran

a. Menjelaskan secara singkat tentang hasil penelitian terkait dengan pertanyaan dan tujuan penelitian.

b. Memberikan saran tindaklanjut yang penting dilakukan (bila perlu).

IV. Bagian Akhir, terdiri dari:

a. Daftar Pustaka

Berisi kumpulan judul, pengarang dan penerbit buku, jurnal dan sumber-sumber rujukan lainnya yang digunakan dalam penelitian. Daftar pustaka perlu disusun beraturan menurut abjad.

b. Lampiran (bila perlu)

Lampiran dapat berupa data, dokumen, dan bahan-bahan penting lainnya yang dianggap penting untuk diketahui pembaca, namun tidak tepat untuk disajikan dalam bagian inti/pokok karena beberapa pertimbangan seperti membutuhkan halaman yang banyak, hanya bersifat pendukung, dan lain sebagainya.

Form LKIR 

Ada 9 jenis formulir yang bisa di-download << DISINI >>. Adapun formulirnya anda bisa lihat contoh formulir A1, A2, B1, dan B2; sedangkan formulir lainnya terlampir dalam bentuk file zip

Formulir LKIR A1 tahun 2018
Screen Shot Formulir LKIR A.1
Formulir LKIR A.2
Formulir LKIR B.1
Formulir LKIR B.2
SOP Pembimbingan LKIR Ke-48 Tahun 2017

Berikut adalah standar pembimbingan yang dirumuskan oleh tim dewan Juri LKIR.

A. Definisi

Pembimbingan penelitian peserta terpilih LKIR merupakan suatu proses pendampingan dan pembimbingan jarak jauh atas kegiatan penelitian peserta terseleksi dan terpilih LKIR LIPI. Pembimbingan ini dilakukan oleh peneliti LIPI yang mempunyai kepakaran tertentu/berkompeten di bidangnya, yang selanjutnya disebut Mentor.

B. Tujuan

1. Menjamin terlaksananya kegiatan pendampingan penelitian peserta terpilih LKIR LIPI sesuai dengan ketentuan LKIR LIPI
2. Menjamin pemahaman peserta atas pelaksanaan penelitian sosial yang tepat.

C. Penanggung Jawab

Pelaksana pembimbingan                : Peneliti yang ditunjuk sebagai Mentor
Penanggung jawab kelembagaan     : Kepala Biro Kerjasama Hukum dan Hubungan Masyarakat (BKHH)

D. Ketentuan Umum Pembimbingan LKIR Ke-49 Tahun 2017

1. Mentor LIPI bertugas mengarahkan dan membimbing kegiatan penelitian agar sesuai dengan standar penelitian ilmiah.

2. Guru Pembimbing bertugas mendampingi dan memfasilitasi penelitian yang dilakukan oleh siswa agar penelitian sesuai dengan arahan dan bimbingan dari Mentor LIPI.

3. Segala pengeluaran yang berkaitan dengan penelitian ditanggung oleh pengaju proposal.

4. Proses pembimbingan dilakukan mulai 20 Juni  – 30 September 2017 melalui telepon / email, maupun tatap muka secara langsung.

5. Mentor diminta proaktif untuk memulai mengontak para pengusul dan disempatkan bicara dengan guru pembimbingnya, dengan menegaskan mentor tidak mengambil alih tugas guru pembimbing, tetapi hanya membantu mengarahkan dalam standar yang digariskan oleh LIPI.

6. Untuk itu, setiap komunikasi via email selalu ditembuskan kepada guru pembimbing, agar guru pembimbing tidak marasa dilewati. Dimohon para guru pembimbing tetap aktif mendampingi mereka, sekaligus sebagai sarana bagi para guru pembimbing untuk belajar bersama.

7. Hal yang penting untuk diperhatikan adalah penelitian yang dilakukan oleh siswa SMP/SMA khususnya di bidang sosial, ketika mencari data tidak dibenarkan tanpa pendampingan, yang dapat dilakukan oleh mentor (bila memungkinkan), guru pembimbing, orang tua/wali, institusi terkait.

8. Namun demikian, para mentor juga harus lebih sensitif dalam mencermati hasil kerja anak bimbing-nya terkait dengan peran guru pembimbing. Jangan sampai terjadi, proses penelitian yang dilakukan dan karya tulis yang dihasilkan, lebih banyak merefleksikan ide dan obsesi guru pembimbing di sekolah.  Hal yang sama juga berlaku untuk para Mentor, jangan sampai terjadi--baik secara langsung maupun tidak--para mentor mendominasi atau mengubah orisinalitas ide anak  bimbing.

9. Urutan yang sebaiknya dilakukan oleh para mentor (tidak harus, sangat tergantung dari topiknya)
Bagian rumusan masalah adalah utama diperhatikan, lalu dilanjutkan latar belakang, indentifikasi masalah dan pentingnya masalah mengapa topik itu diteliti serta tujuan dan manfaatnya. Mereka wajib memperbaiki dalam tulisan mereka terlebih dahulu dalam waktu singkat.
Kerangka konsep penelitian atau dikenal dengan tinjauan pustaka wajib ada, sedangkan kerangka teori tidak diharuskan, demikian pula kerangka pikir tidak diperlukan.
Bagian latar belakang hingga konsep penting selesai terlebih dahulu, karena selain menjadi panduan juga mempercepat mereka ketika menyelesaikan laporannya.
Metode penelitian perlu jelas untuk penelitian kualitatif atau kuantitatif (termasuk penggunaan istilah).
Penelitian lapangan dapat dilakukan setelah pedoman wawancara atau kuesioner disetujui oleh mentor. Jelaskan pula suatu observasi perlu dilakukan dan apa tujuannya.
Pengumpulan data harus dilakukan sendiri oleh siswa, guru ataupun pendamping fungsinya betul-betul mendampingi.
Mereka diwajibkan mengisi “form persetujuan responden”
Pengolahan data bila perlu dijelaskan proses yang harus dilewati. Pada tingkat SMP/SMA tidak perlu menggunakan SPSS untuk penelitian kuantitatif. Bimbing bagaimana mereka mampu melihat hasil pengolahan data dan keterkaitannya dengan kerangka penelitian yang dibangun secara utuh, sehingga terlihat adanya satu kesatuan dalam penelitiannya.
Mereka diajak untuk memahami urutan penulisan hasil laporan penelitiannya, termasuk penempatan foto/gambar/peta dan tabel. Penempatan itu tidak hanya tata letak, tetapi juga bagaimana dibunyikan dalam kalimat-kalimat. Diajarkan untuk mengecek kembali setiap bagian dari latar belakang hingga konsep dan metode yang dibangun dengan hasil yang dikerjakan apakah telah terkait satu dengan yang lainnya.
Mereka diberi pemahaman bagaiamana menuliskan kesimpulan yang baik, bukan merupakan ringkasan hasil penelitian.
Memberitahukan tentang penulisan footnote dan daftar pustaka yang baik. Beberapa hal yang tidak boleh dituliskan di daftar pustaka adalah wikipedia dan blog, kedua sumber itu bisa dibaca sebagai pijakan untuk mencari sumber lainnya.
Memberitahukan perbedaan penulisan abstrak proposal dan abstrak hasil penelitian dan bagaimana menuliskannya.

10. Mentor memastikan siswa harus mengisi formulir laporan progress penelitian tiap dua minggu sekali pada halaman http://infokompetisi.lipi.go.id/laporan-mentoring (untuk mengakses halaman, masukkan password lkirlipi2016)
11. Memastikan anak bimbing mengisi formulir-formulir dan logbook:
- Formulir Ijin Orangtua / Wali (A.1)
- Formulir Review Pakar Terkait (A.2)
- Formulir Persetujuan Instansi Pengujian/Laboratorium (B.1)
- Formulir Kajian Resiko (B.2)
- Formulir Penggunaan Bahan Berbahaya (B.3)
- Formulir Penggunaan Hewan Percobaan (B.4)
- Formulir Persetujuan Akhir Mentor/Pembimbing (C.1)
- Formulir Daftar Periksa/Checklist (C.2)
- Formulir Kode Etik (C.3) ---- disesuaikan dengan penelitian
- Format logbook, formulir, dan jadwal kegiatan LKIR dapat diunduh di http://infokompetisi.lipi.go.id/download

12. Sebelum disusun Laporan Akhir Penelitian/Karya Tulis Ilmiah, akan diadakan Onsite Mentoring dan Evaluasi Hasil Mentoring yang akan melibatkan Juri, Mentor, dan Siswa Bimbingan. Jadwal Onsite Mentoring akan disampaikan kemudian.
13. Hasil pembimbingan berupa Laporan Penelitian/ Karya Tulis Ilmiah dalam bentuk soft copy (CD) dan hard copy (4 rangkap) sudah harus diterima panitia paling lambat tanggal 2 Oktober 2017 untuk dijadikan bahan penilaian oleh juri.
14. Mentor diminta membuat laporan singkat progres anak bimbingnya secara tertulis ketika pertemuan antara tim juri dengan para mentor yang akan dilakukan sebelum penetapan finalis.

E. Ketentuan Teknis Lainnya

Sebelum melakukan proses pembimbingan mentor kepada proposal terpilih, ada beberapa persyaratan dan tata laksana bimbingan kegiatan sebagai berikut:
1. Proposal terpilih akan ditentukan oleh Dewan Juri LKIR dan akan dikomunikasikan kepada mentor terpilih
2. Pemberitahuan dan surat kesediaan menjadi mentor akan dikirimkan oleh sekretariat LKIR kepada mentor terpilih
3. Mentor terpilih akan dikirimkan proposal anak bimbingnya (individu atau tim)
4. Tahap selanjutnya, selama 1 sampai 2 minggu akan dilakukan proses pemutakhiran proposal dengan menambahkan data sekunder yang dibutuhkan untuk menghasilkan penyusunan desain riset. Komunikasi antara mentor dengan para anak bimbing dilakukan melalui komunikasi tatap muka maupun komunikasi via saluran komunikasi (seperti telepon, pesan singkat, email, maupun telekonferens)
5. Setelah desain riset terbentuk, proses pembimbingan selama 2 (dua) bulan antara mentor dengan anak bimbing dapat dilakukan melalui dua jenis pembimbingan:
a. Pembimbingan penelitian di lapangan
b. Pembimbingan laboratorium/studio
Selama proses pembimbingan akan diciptakan hasil awal penelitian yang kemudian akan diikuti hingga tahap magang (residence) jika dibutuhkan.
6. Selama 3 (tiga) minggu akan dilakukan proses pemantapan penelitian berupa;  pembentukan prototype / benda uji dan (atau) pematangan konsep penelitian beserta implementasinya  dengan melibatkan co-mentoring (mentor pendamping yang lebih berkompeten di bidangnya) untuk meningkatkan kualitas hasil antara dan workshop hasil antara yang membahas tiga poin utama penelitian, yakni: teknik pelaporan, teknik presentasi dan teknik pemasaran.
7. Hasil akhir berupa laporan penelitian atau Karya Tulis Ilmiah (KTI)

DIAGRAM ALUR PEMBIMBINGAN PROPOSAL LKIR
Karya Tulis Ilmiah (KTI)
F. Pembimbingan Laboratorium

Tujuan:
1. Menjadikan laboratorium sebagai salah satu sarana penciptaan dan transfer pengetahuan, pembetukan keterampilan dan pemahaman  teknologi
2. Menjadikan laboratorium sebagai tempat yang aman dan menyenangkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan penciptaan teknologi.

Syarat:

1. Ada kesamaan pemahaman tentang tujuan penelitian antara mentor (pembimbing) dan anak bimbing.
2. Keikhlasan mentor memberikan bimbingan sebagai kewajiban moral dan etika pengembangan ilmu pengetahuan
3. Anak bimbing bersungguh-sunguh untuk mematuhi semua peraturan dan aturan yang terkait laboratorium, dan menjadikan dirinya sebagai bagian dari laboratorium tersebut
4. Ada kesepahaman tentang kesulitan dan tantangan yang akan dihadapi oleh mentor dan anak bimbing dalam melakukan penelitian
5. Ada kesepahaman tentang aturan IP yang akan didapatkan dari penelitian
6. Ada kesepahaman tentang biaya yang akan dikeluarkan yang akan ditanggung oleh kedua belah pihak.

Tata Laksana Bimbingan:

Sebelum bertemu dengan anak bimbing, mentor sudah menyiapkan dokumen persyaratan yang akan dijelaskan kepada anak bimbing yaitu:
1. Aturan keselamatan kerja laboratorium dan tata cara keselatan jika terjadi keadaan bahaya
2. Kemungkinan kesalahan kerja dan akibatnya
3. Tata Cara penggunaan alat dan aturan penggunaan
4. Material yang diperlukan dan aturan yang terkait, termasuk acuan pustaka
5. Pembuatan rencana kerja dan jadual pertemuan dan bimbingan
6. Tata cara pengawasan kerja di laboratorium
7. Penjelasan tentang  buku catatan laboratorium “logbook” (logbook dapat diunduh di website infokompetisi.lipi.go.id)
8. Dokumentasi yang diperlukan
9. Jadwal diskusi hasil dan pengecekan “logbook”
10. Pembuatan laporan ringkas hasil penelitian
11. Laporan lengkap hasil akhir penelitian

G. Penulisan Laporan Karya Tulis Ilmiah (DIWAJIBKAN bagi Penelitian Bidang IPSK)

Bagian Awal, terdiri dari:

a. Lembaran Judul
b. Lembar Pengesahan
c. Kata Pengantar
d. Abstrak
Abstrak adalah uraian singkat (sekitar setengah halaman) tentang intisari dari penelitian. Abstrak biasanya terdiri maksimal 300 kata yang menjelaskan mengapa peneltian penting dilakukan, permasalahan, metode yang digunakan, dan temuan penelitian. Di bawah abstrak dituliskan beberapa kata kunci/ keywords (lazimnya 3-5 kata).

Bagian Inti/ Pokok, terdiri dari:
Laporan hasil penelitian tidak dibagi dalam bab, tetapi satu kesatuan naskah tulisan ilmiah. Jumlah halaman pada naskah laporan akhir penelitian maksimal 30 halaman pada ukuran kertas A4 dengan jenis font Times New Roman, font 12 dan satu setengah spasi.

1. Pendahuluan

❐Latar belakang menekankan antara lain: kejelasan masalah penelitian, unsur keterbaharuan, signifikansi (pentingan penelitian dilaksanakan) dan manfaat penelitian.
Perumusan masalah berfungsi untuk membatasi penelitian agar tidak menyimpang dari pokok masalah yang akan diteliti. Dengan demikian pada bagian ini harus menjelaskan inti masalah yang menjadi fokus penelitian dan dilanjutkan dengan rumusan pertanyaan penelitian.
Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai dalam penelitian, manfaat penelitian, pihak yang dapat memanfaatkan hasil penelitian.

2. Tinjauan Pustaka atau Landasan/Kerangka Teori

Bagian ini berisi tentang review/tinjauan atas konsep dan atau teori yang relevan serta hasil-hasil penelitian terkait sebelumnya.

3. Metode Penelitian

Pada bagian ini diuraikan mengenai cara yang akan digunakan untuk membuktikan hipotesa atau untuk memberi hasil yang berguna untuk memecahkan masalah, mencakup antara lain: sumber data (primer dan skunder), teknik sampling (bila menggunakan sampel), teknik pengumpulan data, teknis pengolahan dan analisis data, serta alasan pemilihan lokasi.

4. Hasil dan Pembahasan Penelitian

a. Menyajikan data hasil penelitian yang didukung dengan analisis data tersebut . Pada bagian ini bila memungkinkan, teori-teori yang disajikan pada bagian 2 digunakan sebagai alat analisis.

b. Hasil pengolahan data dapat disampaikan dalam bentuk skema, tabel, diagram, gambar, dan/atau grafik. Dalam penyajiannya, judul gambar diletakkan dibawahnya, sementara judul tabel dituliskan di atasnya. Skema, tabel, diagram, gambar dan grafik diberi nomor untuk memudahkan dalam pembahasan. Pembahasan bukan berisi narasi atas angka-angka yang tertera pada gambar maupun tabel, tetapi menjelaskan fenomena yang terjadi  atau makna dibalik angka-angka atau fakta yang ditemukan.

c. Untuk mendukung pembahasan hasil penelitian, dapat dimanfaatkan tulisan ilmiah dari peneliti lain yang sudah diterbitkan di jurnal ilmiah, ataupun dari buku-buku yang sesuai dengan tema penelitian.

d. Analisis perlu disajikan secara ringkas dan sistematis, sehingga memudahkan orang lain memahami.

Bagian Kesimpulan dan Saran

a. Menjelaskan secara singkat tentang hasil penelitian terkait dengan pertanyaan dan tujuan penelitian.
b. Memberikan saran tindaklanjut yang penting dilakukan (bila perlu).

Bagian Akhir, terdiri dari:

a. Daftar Pustaka

Berisi kumpulan judul, pengarang dan penerbit buku, jurnal dan sumber-sumber rujukan lainnya yang digunakan dalam penelitian. Daftar pustaka perlu disusun beraturan menurut abjad.

b. Lampiran (bila perlu)

Lampiran dapat berupa data, dokumen, dan bahan-bahan penting lainnya yang dianggap penting untuk diketahui pembaca, namun tidak tepat untuk disajikan dalam bagian inti/pokok karena beberapa pertimbangan seperti membutuhkan halaman yang banyak, hanya bersifat pendukung, dan lain sebagainya.
Referensi : https://infokompetisi.lipi.go.id/

Semoga postingan "tips memilih kampus PTS 2018 kopertis IV, kopertis V dan kopertis VI"  akan bermanfaat bagi anda para pelajar calon peserta LKIR dan juga para guru selaku pembimbing pelajar di sekolah.
Jadilah mitra atau partner kami untuk mendapatkan aneka informasi atau artikel terbaru, serta mendapatkan file-file otomatis untuk siap di download, dengan mendaftar melalui SAYA INGIN MENJADI PARTNER, selanjutnya selesaikan 2 tahapan konfimasi email anda, yaitu mengisi email anda dan mengetik kombinasi angka atau huruf pencegah spam di kotak EMAIL SUBSCRIPTION REQUEST.
Terima kasih bagi pembaca yang sudah melihat, membaca, dan men-follow serta men-share artikel ini.

☺☺ MotivasiInspirasi dan Edukasi Indonesia☺☺
thumbnail

Apakah kampus PTN/PTS anda termasuk 100 besar dan 25 besar kampus politeknik terbaik?

pengelompokkan / klasterisasi perguruan tinggiwww.mie-indonesia.com  "Apakah kampus PTN/PTS anda termasuk 100 besar dan 25 besar kampus politeknik terbaik?" selanjutnya........ atau lihat dulu @Daftar IsiBeberapa bulan yang lalu Kemenristek Dikti yang dipimpin oleb bapak M. Nasir gencar melalukan razia terhadap sejumlah perguruan tinggi yang dianggap tidak layak untuk "memproduksi" mahasiswa untuk menghasilkan sarjana-sarjana yang berkualitas. Tercatat ada 140 perguruan tinggi abal-abal yang ditutup. Belum berita tersebut menghilang dari peredaran terdengan lagi kabar bahwa kemenristek dikti akhirnya melarang 243 perguruan tinggi untuk ikut dalam seleksi CPNS. Alasannya tentu pemerintah tidak ingin menerima CPNS "produksi" lembaga perguruan tinggi yang dikategorikan tidak layak.

Mendengar kabar tersebut, beberapa mahasiswa yang masih kuliah saat ini di perguruan tinggi khususnya PTS juga menjadi resah dan khwawatir apakah mereka bisa jadi sarjana dan bisa diterima ikut seleksi CPNS tahun depan mengingat siapa tahu kemeristek dikti melakukan razia lagi yang tentu saja bisa melibatkan kampus mereka dalam daftar blacklist. Keresahan untuk kuliah juga melanda benak para orang tua dan calon mahasiswa baru yang akan kuliah tahun depan karena mereka harus bijak memilih kampus yang masuk kategori "aman" agar nasib panjang mereka untuk jadi sarjana tidak terjegal serta memiliki peluang untuk ikut berkompetisi dalam penjaringan CPNS baru. 

Agar "tidak tersesat" dan keserahan untuk kuliah tidak mengganggu pikiran anda, penulis tidak hanya memberikan tips kuliah tetapi informasi mengenai daftar 100 kampus PTN/PTS terbaik dan juga 25 besar kampus politeknik terbaik di Indonesia tahun 2017.   

Pengelompokkan/Klasterisasi Perguruan Tinggi

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan pengelompokkan/klasterisasi perguruan tinggi dengan penilaian terhadap 4 komponen utama yaitu :

a) Kualitas SDM; 
b) Kualitas Kelembagaan; 
c) Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan; serta 
d) Kualitas Penelitian dan Publikasi Ilmiah.

Setelah diumumkan klaster 1 perguruan tinggi di Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2017 di Puspitek Serpong, hari ini (Senin, 21 Agustus 2017) Kemenristekdikti mengumumkan 100 Besar Perguruan Tinggi non Politeknik dan 25 Besar Perguruan Tinggi Politeknik di Indonesia.
Menurut Menristekdikti M. Nasir, "Daftar klasterisasi perguruan tinggi ini merupakan data resmi dari Kemenristekdikti yang dapat digunakan sebagai informasi valid bagi masyarakat, jangan percaya data hoax  yang tidak sesuai dengan daftar yang dikeluarkan Kementerian.” Tujuan utama pengelompokan/klasterisasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan tridharma, termasuk di dalamnya kesehatan organisasi. Dengan klasterisasi, Kemenristekdikti dapat menyusun formula yang tepat dalam melakukan pembinaan perguruan tinggi di Indonesia.
“Klasterisasi ini juga dapat digunakan setiap perguruan tinggi sebagai refleksi dan motivasi bagi peningkatan kualitas perguruan tingginya, baik dari segi kualitas Sumber Daya Manusia, kurikulum, manajemen organisasi, riset, publikasi, pengabdian kepada masyarakat dan aspek lainnya,” imbuh Nasir.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo mengatakan pada tahun ini telah dilakukan penyempurnaan dari tahun sebelumnya. Penyempurnaan tersebut meliputi beberapa perubahan/penambahan indikator sehingga diharapkan komponen utama tersebut dapat lebih mencerminkan kondisi perguruan tinggi Indonesia sesuai dengan cakupan pada masing-masing komponen utama tersebut. Patdono kemudian menjelaskan pada pengelompokan/klasterisasi tahun 2017 ini, indikator pada Kualitas SDM relatif tetap seperti yang digunakan pada tahun sebelumnya, yaitu meliputi : 

i) presentase dosen berpendidikan S3; 
ii) presentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar; 
iii) rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa.

Indikator kualitas kelembagaan mengalami perubahan. Pada tahun sebelumnya hanya dicermin oleh indikator i) Akreditasi Institusi dan ii) Akreditasi Program Studi, maka pada tahun 2017 ini indikator kualitas kelembagaan ditambah dengan indikator i) jumlah program studi yang telah memiliki Akreditasi/Sertifikasi International, dan ii) jumlah mahasiswa asing.

Indikator yang mencerminkan Kualitas Kemahasiswaan tidak mengalami perubahan yaitu prestasi mahasiswa. Akan tetapi variabel yang mencerminkan prestasi mahasiswa tersebut lebih dipertajam dan diperluas, yaitu prestasi mahasiswa secara nasional dan internasional baik dalam kegiatan-kegiatan yang dikelola oleh Kemenristekdikti maupun non-kemenristekdikti, juga tingkat kepedulian perguruan tinggi/institusi terhadap kegiatan kemahasiswaan pun menjadi pertimbangan.

Sedangkan indikator yang mencerminkan Kualitas Penelitian mengalami penambahan yaitu tidak hanya i) kinerja penelitian, dan ii) rasio jumlah publikasi terindeks terhadap jumlah dosen, tetapi juga ditambah indikator terkait kinerja pengabdian pada masyarakat.

Sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk lebih mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui revitalisasi politeknik, maka klasterisasi perguruan tinggi Indonesia pada tahun 2017 ini digolongkan dalam 2 (dua) kelompok yaitu i) kelompok Politeknik; dan ii) kelompok non-politeknik (universitas, institut, dan lainnya).

Daftar 100 Besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik Tahun 2017

1.Universitas Gadjah Mada
2.Institut Teknologi Bandung
3.Institut Pertanian Bogor
4.Universitas Indonesia
5.Institut Teknologi Sepuluh Nopember
6.Universitas Diponegoro
7.Universitas Airlangga
8.Universitas Brawijaya
9.Universitas Hasanuddin
10.Universitas Negeri Yogyakarta
11.Universitas Sebelas Maret
12.Universitas Andalas
13.Universitas Pendidikan Indonesia
14.Universitas Padjadjaran
15.Universitas Negeri Malang
16.Universitas Negeri Semarang
17.Universitas Udayana
18.Universitas Lampung
19.Universitas Sumatera Utara
20.Universitas Jember
21.Universitas Negeri Medan
22.Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
23.Universitas Riau
24.Universitas Sriwijaya
25.Universitas Jenderal Soedirman
26.Universitas Negeri Jakarta
27.Universitas Syiah Kuala
28.Universitas Negeri Makassar
29.Universitas Negeri Surabaya
30.Universitas Kristen Petra
31.Universitas Surabaya
32.Universitas Sanata Dharma
33.Universitas Mataram
34.Universitas Katolik Parahyangan
35.Universitas Pendidikan Ganesha
36.Universitas Kristen Satya Wacana
37.Universitas Halu Oleo
38.Universitas Tadulako
39.Universitas Muhammadiyah Malang
40.Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
41.Universitas Islam Indonesia
42.Universitas Tanjungpura
43.Universitas Jambi
44.Universitas Merdeka Malang
45.Universitas Bengkulu
46.Universitas Atma Jaya Yogyakarta
47.Universitas Sam Ratulangi
48.Universitas Bina Nusantara
49.Universitas Pasundan
50.Universitas Negeri Gorontalo
51.Universitas Lambung Mangkurat
52.Universitas Mulawarman
53.Universitas Negeri Manado
54.Universitas Katolik Soegijapranata
55.Universitas Stikubank
56.Universitas Trisakti
57.Universitas Islam Malang
58.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara
59.Universitas Muslim Indonesia
60.Universitas Tarumanagara
61.Universitas Telkom
62.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya
63.Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
64.Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
65.Universitas Islam Bandung
66.Universitas Muhammadiyah Surakarta
67.Universitas Negeri Padang
68.Universitas Nasional
69.Universitas Islam Sultan Agung
70.Institut Teknologi Nasional Malang
71.Universitas Bung Hatta
72.Institut Teknologi Nasional Bandung
73.Universitas Pendidikan Nasional
74.Universitas Warmadewa
75.Universitas Djuanda
76.Institut Seni Indonesia Yogyakarta
77.Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti
78.Universitas PGRI Adi Buana
79.Universitas Janabadra
80.Universitas Kristen Duta Wacana
81.Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta
82.Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
83.Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
84.Universitas Palangka Raya
85.Universitas Trunojoyo
86.Universitas Nusa Cendana
87.Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
88.Universitas Widya Gama
89.Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
90.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banjarmasin
91.Universitas Mahasaraswati Denpasar
92.Universitas Pelita Harapan
93.Universitas Dr Soetomo
94.Universitas Slamet Riyadi
95.Universitas Kristen Maranatha
96.Institut Sains Dan Teknologi Akprind
97.Universitas PGRI Semarang
98.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusa Megar Kencana
99.Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan
100.Universitas Muhammadiyah Magelang


25 Besar Perguruan Tinggi Politeknik Indonesia Tahun 2017

1.Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
2.Politeknik Negeri Sriwijaya
3.Politeknik Negeri Semarang
4.Politeknik Negeri Malang
5.Politeknik Negeri Jakarta
6.Politeknik Negeri Jember
7.Politeknik Negeri Bandung
8.Politeknik Negeri Lampung
9.Politeknik Negeri Medan
10.Politeknik Negeri Pontianak
11.Politeknik Negeri Padang
12.Politeknik Negeri Ujung Pandang
13.Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
14.Politeknik Pertanian Negeri Kupang
15.Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
16.Politeknik Negeri Bali
17.Politeknik Negeri Samarinda
18.Politeknik Negeri Manado
19.Politeknik Negeri Banjarmasin
20.Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
21.Politeknik Negeri Lhokseumawe
22.Politeknik Caltex
23.Politeknik Negeri Kupang
24.Politeknik Manufaktur Bandung
25.Politeknik Ubaya


Diharapkan hasil pengelompokan/klasterisasi ini dapat mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk terus melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan dan memutakhirkan datanya di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD DIKTI) secara teratur sesuai amanat Pasal 56 UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Selain itu, hasil pengelompokan/klasterisasi ini akan digunakan sebagai pertimbangan untuk merancang program-program pembinaan dan penguatan perguruan tinggi Indonesia.

Untuk mengetahui informasi lebih detail mengenai hasil pengelompokan/klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2017, dapat mengunjungi laman http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id dengan memasukkan 6 (enam) digit kode perguruan tinggi masing-masing yang tercatat pada PD DIKTI Kemenristekdikti.


Selanjutnya lihat juga "Tips kuliah pilih ptn pts se-Indonesia" disini.

Semoga postingan "Apakah kampus PTN/PTS anda termasuk 100 besar dan 25 besar kampus politeknik terbaik?"  akan bermanfaat bagi anda calon mahasiswa baru atau siswa kelas XII SMA/SMK, seta orang tua calon mahasiswa baru agar bisa mendapatkan informasi mengenai kampus terbaik di tanah air yang informasinya resmi dirilis oleh Kemenristekdikti tahun 2017/
Jadilah mitra atau partner kami untuk mendapatkan aneka informasi atau artikel terbaru, serta mendapatkan file-file otomatis untuk siap di download, dengan mendaftar melalui SAYA INGIN MENJADI PARTNER, selanjutnya selesaikan 2 tahapan konfimasi email anda, yaitu mengisi email anda dan mengetik kombinasi angka atau huruf pencegah spam di kotak EMAIL SUBSCRIPTION REQUEST.
Terima kasih bagi pembaca yang sudah melihat, membaca, dan men-follow serta men-share artikel ini.

☺☺ MotivasiInspirasi dan Edukasi Indonesia☺☺