Menunggu Ketuk Palu "VONIS" Hakim Kasus Jessica - MOTIVASI INSPIRASI EDUKASI (MIE) INDONESIA

Menunggu Ketuk Palu "VONIS" Hakim Kasus Jessica

kopi sianida jessicaTidak bisa dipungkiri bahwa salah satu berita yang viral saat ini adalah sidang kasus kopi bersianida Jessica Wongso yang didakwa telah membunuh  Wayan Mirna Salihin. Salah satu point yang menarik dari sidang ini adalah baru pertama kali dalam seumur hidup penulis bisa menyaksikan secara live kasus hukum yang lengkap siarannya hingga berjam-jam di beberapa tv swasta, salah satu diantaranya yang setia meliput adalah KOMPAS TV. Tidak seperti acara-acara TV yang sering menampilkan acara live diantaranya olahraga, musik, liputan khusus dan lain-lain yang durasinya hanya 1-2 jam,  "Kasus Hukum Jessica" ini unik karena durasi waktunya bisa berjam-berjam dan berkesinambungan.

Sejak sidang pertama 15 Juni 2016 hingga menanti sidang terakhir menunggu vonis hakim tanggal tanggal 27 Oktober 2016, di ruang persidangan terjadi "peperangan sengit" antara kubu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tim Penasehat Hukum (PH), yang juga diperkuat dengan kehadiran para saksi-saksi ahli yang juga tegar "berpihak" pada kelompok JPU atau PH yang menghadirkannya.


Bila kita mengikuti pemberitaan pertama kali ketika Jessica mulai ditahan hingga didakwa sebagai pembunuh yang ramai diberitakan dan diulas diberbagai media, masyarakat seolah-olah telah "digiring " ke suatu opini bahwa pastilah Jessica pembunuhnya, tidak ada kemungkinan lain. Hal ini tentu saja diperkuat oleh tuntutan jaksa yang menghadirkan berbagai barang bukti dan saksi ahli yang menambah kuatnya argumen bahwa Jessica sulit lepas dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.


Namun........, ketika giliran tim Penasehat Hukum dihadirkan yang juga didukung oleh para saksi-saksi ahli dari dalam maupun luar negeri dengan argumen yang kuat dan meyakinkan sehingga penasehat hukum bisa memberikan bantahan yaitu : a)tidak ada bukti telak yang melihat langsung Jessica memasukkan sianida ke kopi Mirna, b)tidak dilakukan autopsi dan lain-lain, beberapa orang tentu ada yang pro mengatakan Jessica belum tentu penyebab meninggalnya Wayan Mirna menggunakan racun sianida tetapi mungkin ada sebab lain, seperti yang diutarakan penasehat hukum.


Menjelang vonis hakim yang direncanakan tanggal 27 Oktober 2016 banyak yang bertanya-bertanya apakah Jessica tetap dihukum 20 tahun penjara, lebih berat, lebih ringan atau dibebaskan sama sekali. Hakim sebagai orang yang dimuliakan karena dianggap "Wakil Tuhan" tentunya akan mengalami pergumulan hebat karena apapun keputusan hakim saat ketok palu penentuan hukuman akan berdampak bagi kedua belah pihak yaitu keluarga Wayan Mirna dan keluarga Jessica yaitu mengalami "puas atau tidak puas" menerima putusan hakim tersebut.


Sebagai orang awan dan penonton setia persidangan kasus Jessica, sayapun sempat merenung.......... "Bagaimana seandainya hakim yang akan menilai tuntutan jaksa dan sanggahan penasehat hukum kurang tepat atau salah dalam memutuskan perkara?" Bagaimanakah perasaan kedua keluarga tersebut?  Namun, apapun yang diputuskan oleh hakim harus diterima oleh kedua belah pihak, suka atau tidak suka, puas atau tidak puas merupakan jawaban bulat dari "Wakil Tuhan" di dunia. Jawaban bijaksana bagi putusan hakim adalah sebagai manusia biasa mustahil bisa mengalahkan eksistensi Tuhan sebagai satu-satunya hakim yang sempurna sehingga selama itu pula hukum yang berasal dari manusia produk bumi tentunya akan menghasilkan produk hukum manusia yang tentunya tidak bisa disandingkan dengan keadilan dari Tuhan. Bagaimanakah menurut anda? Kita tunggu saja ketok palu hakim sambil membuat prediksi-prediksi masing-masing dan tak lupa mengikuti sidang tersebut.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menunggu Ketuk Palu "VONIS" Hakim Kasus Jessica"

Post a Comment