Mengapa Lembaga Survei hanya untuk kepentingan POLITIK? - MOTIVASI INSPIRASI EDUKASI (MIE) INDONESIA

Mengapa Lembaga Survei hanya untuk kepentingan POLITIK?

www.mie-indonesia.com (mie indonesia dot com bukan mie instan biasa),  Video bilangan berpangkat dan bentuk akar selanjutnya.......

Debat putaran kedua pilkada DKI baru saja berakhir tanggal 12 April 2017. Dari putaran pertama ketika masih tiga pasangan calon, televisi ramai menayangkan interview dengan para pakar komunikasi, pakar politik, ahli gesture, dan tidak kalah heboh selalu ditampilkan data-data statistik hasil survei terbaru dalam rentang waktu tertentu dengan responden beberapa ratus hingga ribuan orang.
Namun, hati kecil saya bertanya apakah survei-survei yang mereka tampilkan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat Indonesia? Jujur saja, saya melihat data-data statistik yang berubah paling berkomentar, Oh......Ahok yang unggul, esoknya lagi, Oh.....Anis yang unggul lagi dan seterusnya bisa berganti-ganti urutan 1, 2 dan 3. Kalau timses mungkin reaksinya lebih heboh dibanding calon pemilih....dimana mungkin reaksi pemilih biasa-biasa saja atau berkomentar senang dengan paslon pilihannya. Namun, ada juga masyarakat yang tidak peduli, termasuk saya karena...... ah itu hanya survei saja bukan hasil Pilkada yang sesungguhnya yang mana bisa saja pemenangnya tidak sesuai hasil survei. Daya berpikir kritis saya mulai berkembang sehingga menimbulkan pertanyaan, "Apakah manfaat survei ini bagi seluruh lapisan masyarakat?

Fokus ke lembaga survei, lembaga survei selalu menyatakan bahwa lembaganya memiliki kinerja akurat, terpercaya, tidak memihak dan hasilnya cepat; namun kalau pemenang tidak sesuai dengan polling mereka, tentu mereka sudah menyediakan jawaban jitu, "KAMI HANYA MELAKUKAN POLLING, SEMUA TERGANTUNG PEMILIH." Menurut saya, sebenarnya lembaga survei tersebut tidak lebih seperti lembaga riset ramalan cuaca, kadang tepat dan kadang tidak tepat. Dan lagi, masyarakat juga kadang tidak peduli dengan hasil ramalan cuaca sehingga apapun keinginan masyarakat, ya masyarakat akan melakukan tujuannya misalnya kepentingan travel dan lain-lain.

Tulisan saya ini tidak bermaksud menolak lembaga survei yang sekarang ini mulai semakin banyak jumlahnya. Seperti dilansir detik.com sebagai berikut :
"Sudah ada lembaga survei yang mendaftar untuk quick count. Ada 19 lembaga. Jadi untuk melakukan quick count harus mendaftar (ke KPU DKI)," kata Ketua KPU DKI Sumarno saat dihubungi detikcom, Selasa (10/1/2017).
Dari jumlahnya yang 19 saja tentu mereka bersaing siapa yang paling akurat dan tercepat kinerjanya yang tujuannya menurut saya hanya untuk bidang politik untuk kalangan orang-orang partai saja, itupun hanya untuk jangka waktu tertentu saja. Saya bertanya lagi, "Mengapa tidak ada lembaga survei untuk sektor-sektor kehidupan lainnya?

Saya sempat merenung dan berpikir kenapa cara kerja lembaga survei itu tidak digunakan untuk hal-hal yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat misalnya, untuk membantu mengatasi permasalahan gejolak ekonomi masyarakat karena mahalnya harga beras, harga daging terus naik, harga cabe terus melambung dan lain-lain. Sudah lumrah ditayangkan di televisi, jawaban pemerintah karena stok tidak cukup sehingga secara ekonomi harga akan naik. Kembali lagi saya bertanya, "Kok hal-hal yang rutin terjadi hampir setiap tahun tidak bisa diantisipasi sejak dini?" Sebagai negara agraris haruskah kita mengimport beras, daging, cabe dan lain-lain? Untuk meng-antisipasi hal ini, bidang ekonomi kita tentunya membutuhkan data-data akurat tentang ketersediaan pangan dan lain-lain, lantas mengapa tidak ada lembaga survei yang melirik atau bersaing untuk mem-publish ke masyarakat data-data ketersedian pangan dan lain-lain yang mana sangat dibutuhkan masyarakat?

Harapan saya semoga di masa-masa mendatang pemerintah sudah memiliki lembaga survei yang akurat agar antisipasi permasalahan semua sektor kehidupan tidak hanya politik tetapi juga ekonomi, tenaga kerja, pariwisata, industri, pendidikan, kesehatan dan lain-lain bisa menampilkan data statistiknya di televisi yang tentunya sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tentu data-data statistik yang akurat dan bisa dipercaya sangat berguna untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan semua sektor atau aspek pelayanan masyarakat bisa diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Ingat, bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki data yang lengkap dan akurat. 

Subscribe to receive free email updates: