Home » , , » Pelajar Indonesia, mari berkompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja 2018

Pelajar Indonesia, mari berkompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja 2018

panduan lomba karya ilmiah remajawww.mie-indonesia.com  Pelajar Indonesia, mari berkompetisi  Lomba Karya Ilmiah Remaja 2018 selanjutnya........ atau lihat dulu @Daftar Isi. Lomba Karya Ilmiah Remaja merupakan kegiatan rutin diadakan oleh pemerintah dengan tujuan menjaring bakat ilmuwan-ilmuwan atau peneliti-peneliti muda demi pengembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dibandingkan dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN), gaung LKIR ini mungkin tidak banyak pelajar yang bisa mendapatkan informasi mengenai cara dan syarat mengikuti kegiatan tersebut mengingat informasi yang sampai ke sekolah tidak seperti OSN yang rutin dikirimkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota lengkap dengan panduan dan silabusnya.

Mengingat begitu pentingnya kegiatan LKIR ini bagi para pelajar di era gadget dan informasi ini, penulis ingin memberikan informasi mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan oleh pelajar dan guru pembimbing selaku pihak yang mewakili sekolah agar dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut. Semoga, tidak ada lagi kabar dari pelajar yang mengatakan, "saya malas ikut kegiatan tersebut karena informasinya tidak jelas atau tidak ada.". Dengan demikian, semakin banyak sekolah yang bisa mengirimkan wakil pelajarnya untuk berkompetisi dalam kegiatan tersebut untuk mengangkat gengsi sekolah dan gengsi pelajar itu sendiri. Akhirnya, para pelajar dan guru silahkan membagikan informasi ini, dan jangan lupa untuk berpartisipasi dalam LKIR tahun 2018.


Sistematika Penulisan Laporan Karya Tulis Ilmiah

I. Bagian Awal, terdiri dari:

a. Lembaran Judul 

b. Lembar Pengesahan:
       1. Oleh Kepala Sekolah, mengetahui Guru Pembimbing
       2. Oleh Mentor (lembar terpisah)

c. Kata Pengantar

d. Abstrak 
Abstrak adalah uraian singkat (sekitar setengah halaman) tentang intisari dari penelitian. Abstrak biasanya terdiri maksimal 300 kata yang menjelaskan mengapa peneltian penting dilakukan, permasalahan, metode yang digunakan, dan temuan penelitian. Di bawah abstrak dituliskan beberapa kata kunci/ keywords (lazimnya 3-5 kata).

II. Bagian Inti/ Pokok, terdiri dari:

Laporan hasil penelitian tidak dibagi dalam bab, tetapi satu kesatuan naskah tulisan ilmiah. Jumlah halaman pada naskah laporan akhir penelitian maksimal 30 halaman pada ukuran kertas A4 dengan jenis font Times New Roman, font 12 dan satu setengah spasi. 

1. Pendahuluan 

❐Latar belakang menekankan antara lain: kejelasan masalah penelitian, unsur keterbaharuan, signifikansi (pentingan penelitian dilaksanakan) dan manfaat penelitian.

❐Perumusan masalah berfungsi untuk membatasi penelitian agar tidak menyimpang dari pokok masalah yang akan diteliti. Dengan demikian pada bagian ini harus menjelaskan inti masalah yang menjadi fokus penelitian dan dilanjutkan dengan rumusan pertanyaan penelitian.

❐Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai dalam penelitian, manfaat penelitian, pihak yang dapat memanfaatkan hasil penelitian.

2. Tinjauan Pustaka atau Landasan/Kerangka Teori

Bagian ini berisi tentang review/tinjauan atas konsep dan atau teori yang relevan serta hasil-hasil penelitian terkait sebelumnya. 

3. Metode Penelitian

Pada bagian ini diuraikan mengenai cara yang akan digunakan untuk membuktikan hipotesa atau untuk memberi hasil yang berguna untuk memecahkan masalah, mencakup antara lain: sumber data (primer dan skunder), teknik sampling (bila menggunakan sampel), teknik pengumpulan data, teknis pengolahan dan analisis data, serta alasan pemilihan lokasi.

4. Hasil dan Pembahasan Penelitian

a. Menyajikan data hasil penelitian yang didukung dengan analisis data tersebut . Pada bagian ini bila memungkinkan, teori-teori yang disajikan pada bagian 2 digunakan sebagai alat analisis. 

b. Hasil pengolahan data dapat disampaikan dalam bentuk skema, tabel, diagram, gambar, dan/atau grafik. Dalam penyajiannya, judul gambar diletakkan dibawahnya, sementara judul tabel dituliskan di atasnya. Skema, tabel, diagram, gambar dan grafik diberi nomor untuk memudahkan dalam pembahasan. Pembahasan bukan berisi narasi atas angka-angka yang tertera pada gambar maupun tabel, tetapi menjelaskan fenomena yang terjadi  atau makna dibalik angka-angka atau fakta yang ditemukan. 

c. Untuk mendukung pembahasan hasil penelitian, dapat dimanfaatkan tulisan ilmiah dari peneliti lain yang sudah diterbitkan di jurnal ilmiah, ataupun dari buku-buku yang sesuai dengan tema penelitian. 

d. Analisis perlu disajikan secara ringkas dan sistematis, sehingga memudahkan orang lain memahami. 


III. Bagian Kesimpulan dan Saran

a. Menjelaskan secara singkat tentang hasil penelitian terkait dengan pertanyaan dan tujuan penelitian.

b. Memberikan saran tindaklanjut yang penting dilakukan (bila perlu).

IV. Bagian Akhir, terdiri dari:

a. Daftar Pustaka

Berisi kumpulan judul, pengarang dan penerbit buku, jurnal dan sumber-sumber rujukan lainnya yang digunakan dalam penelitian. Daftar pustaka perlu disusun beraturan menurut abjad.

b. Lampiran (bila perlu)

Lampiran dapat berupa data, dokumen, dan bahan-bahan penting lainnya yang dianggap penting untuk diketahui pembaca, namun tidak tepat untuk disajikan dalam bagian inti/pokok karena beberapa pertimbangan seperti membutuhkan halaman yang banyak, hanya bersifat pendukung, dan lain sebagainya.

Form LKIR 

Ada 9 jenis formulir yang bisa di-download << DISINI >>. Adapun formulirnya anda bisa lihat contoh formulir A1, A2, B1, dan B2; sedangkan formulir lainnya terlampir dalam bentuk file zip

Formulir LKIR A1 tahun 2018
Screen Shot Formulir LKIR A.1
Formulir LKIR A.2
Formulir LKIR B.1
Formulir LKIR B.2
SOP Pembimbingan LKIR Ke-48 Tahun 2017

Berikut adalah standar pembimbingan yang dirumuskan oleh tim dewan Juri LKIR.

A. Definisi

Pembimbingan penelitian peserta terpilih LKIR merupakan suatu proses pendampingan dan pembimbingan jarak jauh atas kegiatan penelitian peserta terseleksi dan terpilih LKIR LIPI. Pembimbingan ini dilakukan oleh peneliti LIPI yang mempunyai kepakaran tertentu/berkompeten di bidangnya, yang selanjutnya disebut Mentor.

B. Tujuan

1. Menjamin terlaksananya kegiatan pendampingan penelitian peserta terpilih LKIR LIPI sesuai dengan ketentuan LKIR LIPI
2. Menjamin pemahaman peserta atas pelaksanaan penelitian sosial yang tepat.

C. Penanggung Jawab

Pelaksana pembimbingan                : Peneliti yang ditunjuk sebagai Mentor
Penanggung jawab kelembagaan     : Kepala Biro Kerjasama Hukum dan Hubungan Masyarakat (BKHH)

D. Ketentuan Umum Pembimbingan LKIR Ke-49 Tahun 2017

1. Mentor LIPI bertugas mengarahkan dan membimbing kegiatan penelitian agar sesuai dengan standar penelitian ilmiah.

2. Guru Pembimbing bertugas mendampingi dan memfasilitasi penelitian yang dilakukan oleh siswa agar penelitian sesuai dengan arahan dan bimbingan dari Mentor LIPI.

3. Segala pengeluaran yang berkaitan dengan penelitian ditanggung oleh pengaju proposal.

4. Proses pembimbingan dilakukan mulai 20 Juni  – 30 September 2017 melalui telepon / email, maupun tatap muka secara langsung.

5. Mentor diminta proaktif untuk memulai mengontak para pengusul dan disempatkan bicara dengan guru pembimbingnya, dengan menegaskan mentor tidak mengambil alih tugas guru pembimbing, tetapi hanya membantu mengarahkan dalam standar yang digariskan oleh LIPI.

6. Untuk itu, setiap komunikasi via email selalu ditembuskan kepada guru pembimbing, agar guru pembimbing tidak marasa dilewati. Dimohon para guru pembimbing tetap aktif mendampingi mereka, sekaligus sebagai sarana bagi para guru pembimbing untuk belajar bersama.

7. Hal yang penting untuk diperhatikan adalah penelitian yang dilakukan oleh siswa SMP/SMA khususnya di bidang sosial, ketika mencari data tidak dibenarkan tanpa pendampingan, yang dapat dilakukan oleh mentor (bila memungkinkan), guru pembimbing, orang tua/wali, institusi terkait.

8. Namun demikian, para mentor juga harus lebih sensitif dalam mencermati hasil kerja anak bimbing-nya terkait dengan peran guru pembimbing. Jangan sampai terjadi, proses penelitian yang dilakukan dan karya tulis yang dihasilkan, lebih banyak merefleksikan ide dan obsesi guru pembimbing di sekolah.  Hal yang sama juga berlaku untuk para Mentor, jangan sampai terjadi--baik secara langsung maupun tidak--para mentor mendominasi atau mengubah orisinalitas ide anak  bimbing.

9. Urutan yang sebaiknya dilakukan oleh para mentor (tidak harus, sangat tergantung dari topiknya)
Bagian rumusan masalah adalah utama diperhatikan, lalu dilanjutkan latar belakang, indentifikasi masalah dan pentingnya masalah mengapa topik itu diteliti serta tujuan dan manfaatnya. Mereka wajib memperbaiki dalam tulisan mereka terlebih dahulu dalam waktu singkat.
Kerangka konsep penelitian atau dikenal dengan tinjauan pustaka wajib ada, sedangkan kerangka teori tidak diharuskan, demikian pula kerangka pikir tidak diperlukan.
Bagian latar belakang hingga konsep penting selesai terlebih dahulu, karena selain menjadi panduan juga mempercepat mereka ketika menyelesaikan laporannya.
Metode penelitian perlu jelas untuk penelitian kualitatif atau kuantitatif (termasuk penggunaan istilah).
Penelitian lapangan dapat dilakukan setelah pedoman wawancara atau kuesioner disetujui oleh mentor. Jelaskan pula suatu observasi perlu dilakukan dan apa tujuannya.
Pengumpulan data harus dilakukan sendiri oleh siswa, guru ataupun pendamping fungsinya betul-betul mendampingi.
Mereka diwajibkan mengisi “form persetujuan responden”
Pengolahan data bila perlu dijelaskan proses yang harus dilewati. Pada tingkat SMP/SMA tidak perlu menggunakan SPSS untuk penelitian kuantitatif. Bimbing bagaimana mereka mampu melihat hasil pengolahan data dan keterkaitannya dengan kerangka penelitian yang dibangun secara utuh, sehingga terlihat adanya satu kesatuan dalam penelitiannya.
Mereka diajak untuk memahami urutan penulisan hasil laporan penelitiannya, termasuk penempatan foto/gambar/peta dan tabel. Penempatan itu tidak hanya tata letak, tetapi juga bagaimana dibunyikan dalam kalimat-kalimat. Diajarkan untuk mengecek kembali setiap bagian dari latar belakang hingga konsep dan metode yang dibangun dengan hasil yang dikerjakan apakah telah terkait satu dengan yang lainnya.
Mereka diberi pemahaman bagaiamana menuliskan kesimpulan yang baik, bukan merupakan ringkasan hasil penelitian.
Memberitahukan tentang penulisan footnote dan daftar pustaka yang baik. Beberapa hal yang tidak boleh dituliskan di daftar pustaka adalah wikipedia dan blog, kedua sumber itu bisa dibaca sebagai pijakan untuk mencari sumber lainnya.
Memberitahukan perbedaan penulisan abstrak proposal dan abstrak hasil penelitian dan bagaimana menuliskannya.

10. Mentor memastikan siswa harus mengisi formulir laporan progress penelitian tiap dua minggu sekali pada halaman http://infokompetisi.lipi.go.id/laporan-mentoring (untuk mengakses halaman, masukkan password lkirlipi2016)
11. Memastikan anak bimbing mengisi formulir-formulir dan logbook:
- Formulir Ijin Orangtua / Wali (A.1)
- Formulir Review Pakar Terkait (A.2)
- Formulir Persetujuan Instansi Pengujian/Laboratorium (B.1)
- Formulir Kajian Resiko (B.2)
- Formulir Penggunaan Bahan Berbahaya (B.3)
- Formulir Penggunaan Hewan Percobaan (B.4)
- Formulir Persetujuan Akhir Mentor/Pembimbing (C.1)
- Formulir Daftar Periksa/Checklist (C.2)
- Formulir Kode Etik (C.3) ---- disesuaikan dengan penelitian
- Format logbook, formulir, dan jadwal kegiatan LKIR dapat diunduh di http://infokompetisi.lipi.go.id/download

12. Sebelum disusun Laporan Akhir Penelitian/Karya Tulis Ilmiah, akan diadakan Onsite Mentoring dan Evaluasi Hasil Mentoring yang akan melibatkan Juri, Mentor, dan Siswa Bimbingan. Jadwal Onsite Mentoring akan disampaikan kemudian.
13. Hasil pembimbingan berupa Laporan Penelitian/ Karya Tulis Ilmiah dalam bentuk soft copy (CD) dan hard copy (4 rangkap) sudah harus diterima panitia paling lambat tanggal 2 Oktober 2017 untuk dijadikan bahan penilaian oleh juri.
14. Mentor diminta membuat laporan singkat progres anak bimbingnya secara tertulis ketika pertemuan antara tim juri dengan para mentor yang akan dilakukan sebelum penetapan finalis.

E. Ketentuan Teknis Lainnya

Sebelum melakukan proses pembimbingan mentor kepada proposal terpilih, ada beberapa persyaratan dan tata laksana bimbingan kegiatan sebagai berikut:
1. Proposal terpilih akan ditentukan oleh Dewan Juri LKIR dan akan dikomunikasikan kepada mentor terpilih
2. Pemberitahuan dan surat kesediaan menjadi mentor akan dikirimkan oleh sekretariat LKIR kepada mentor terpilih
3. Mentor terpilih akan dikirimkan proposal anak bimbingnya (individu atau tim)
4. Tahap selanjutnya, selama 1 sampai 2 minggu akan dilakukan proses pemutakhiran proposal dengan menambahkan data sekunder yang dibutuhkan untuk menghasilkan penyusunan desain riset. Komunikasi antara mentor dengan para anak bimbing dilakukan melalui komunikasi tatap muka maupun komunikasi via saluran komunikasi (seperti telepon, pesan singkat, email, maupun telekonferens)
5. Setelah desain riset terbentuk, proses pembimbingan selama 2 (dua) bulan antara mentor dengan anak bimbing dapat dilakukan melalui dua jenis pembimbingan:
a. Pembimbingan penelitian di lapangan
b. Pembimbingan laboratorium/studio
Selama proses pembimbingan akan diciptakan hasil awal penelitian yang kemudian akan diikuti hingga tahap magang (residence) jika dibutuhkan.
6. Selama 3 (tiga) minggu akan dilakukan proses pemantapan penelitian berupa;  pembentukan prototype / benda uji dan (atau) pematangan konsep penelitian beserta implementasinya  dengan melibatkan co-mentoring (mentor pendamping yang lebih berkompeten di bidangnya) untuk meningkatkan kualitas hasil antara dan workshop hasil antara yang membahas tiga poin utama penelitian, yakni: teknik pelaporan, teknik presentasi dan teknik pemasaran.
7. Hasil akhir berupa laporan penelitian atau Karya Tulis Ilmiah (KTI)

DIAGRAM ALUR PEMBIMBINGAN PROPOSAL LKIR
Karya Tulis Ilmiah (KTI)
F. Pembimbingan Laboratorium

Tujuan:
1. Menjadikan laboratorium sebagai salah satu sarana penciptaan dan transfer pengetahuan, pembetukan keterampilan dan pemahaman  teknologi
2. Menjadikan laboratorium sebagai tempat yang aman dan menyenangkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan penciptaan teknologi.

Syarat:

1. Ada kesamaan pemahaman tentang tujuan penelitian antara mentor (pembimbing) dan anak bimbing.
2. Keikhlasan mentor memberikan bimbingan sebagai kewajiban moral dan etika pengembangan ilmu pengetahuan
3. Anak bimbing bersungguh-sunguh untuk mematuhi semua peraturan dan aturan yang terkait laboratorium, dan menjadikan dirinya sebagai bagian dari laboratorium tersebut
4. Ada kesepahaman tentang kesulitan dan tantangan yang akan dihadapi oleh mentor dan anak bimbing dalam melakukan penelitian
5. Ada kesepahaman tentang aturan IP yang akan didapatkan dari penelitian
6. Ada kesepahaman tentang biaya yang akan dikeluarkan yang akan ditanggung oleh kedua belah pihak.

Tata Laksana Bimbingan:

Sebelum bertemu dengan anak bimbing, mentor sudah menyiapkan dokumen persyaratan yang akan dijelaskan kepada anak bimbing yaitu:
1. Aturan keselamatan kerja laboratorium dan tata cara keselatan jika terjadi keadaan bahaya
2. Kemungkinan kesalahan kerja dan akibatnya
3. Tata Cara penggunaan alat dan aturan penggunaan
4. Material yang diperlukan dan aturan yang terkait, termasuk acuan pustaka
5. Pembuatan rencana kerja dan jadual pertemuan dan bimbingan
6. Tata cara pengawasan kerja di laboratorium
7. Penjelasan tentang  buku catatan laboratorium “logbook” (logbook dapat diunduh di website infokompetisi.lipi.go.id)
8. Dokumentasi yang diperlukan
9. Jadwal diskusi hasil dan pengecekan “logbook”
10. Pembuatan laporan ringkas hasil penelitian
11. Laporan lengkap hasil akhir penelitian

G. Penulisan Laporan Karya Tulis Ilmiah (DIWAJIBKAN bagi Penelitian Bidang IPSK)

Bagian Awal, terdiri dari:

a. Lembaran Judul
b. Lembar Pengesahan
c. Kata Pengantar
d. Abstrak
Abstrak adalah uraian singkat (sekitar setengah halaman) tentang intisari dari penelitian. Abstrak biasanya terdiri maksimal 300 kata yang menjelaskan mengapa peneltian penting dilakukan, permasalahan, metode yang digunakan, dan temuan penelitian. Di bawah abstrak dituliskan beberapa kata kunci/ keywords (lazimnya 3-5 kata).

Bagian Inti/ Pokok, terdiri dari:
Laporan hasil penelitian tidak dibagi dalam bab, tetapi satu kesatuan naskah tulisan ilmiah. Jumlah halaman pada naskah laporan akhir penelitian maksimal 30 halaman pada ukuran kertas A4 dengan jenis font Times New Roman, font 12 dan satu setengah spasi.

1. Pendahuluan

❐Latar belakang menekankan antara lain: kejelasan masalah penelitian, unsur keterbaharuan, signifikansi (pentingan penelitian dilaksanakan) dan manfaat penelitian.
Perumusan masalah berfungsi untuk membatasi penelitian agar tidak menyimpang dari pokok masalah yang akan diteliti. Dengan demikian pada bagian ini harus menjelaskan inti masalah yang menjadi fokus penelitian dan dilanjutkan dengan rumusan pertanyaan penelitian.
Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai dalam penelitian, manfaat penelitian, pihak yang dapat memanfaatkan hasil penelitian.

2. Tinjauan Pustaka atau Landasan/Kerangka Teori

Bagian ini berisi tentang review/tinjauan atas konsep dan atau teori yang relevan serta hasil-hasil penelitian terkait sebelumnya.

3. Metode Penelitian

Pada bagian ini diuraikan mengenai cara yang akan digunakan untuk membuktikan hipotesa atau untuk memberi hasil yang berguna untuk memecahkan masalah, mencakup antara lain: sumber data (primer dan skunder), teknik sampling (bila menggunakan sampel), teknik pengumpulan data, teknis pengolahan dan analisis data, serta alasan pemilihan lokasi.

4. Hasil dan Pembahasan Penelitian

a. Menyajikan data hasil penelitian yang didukung dengan analisis data tersebut . Pada bagian ini bila memungkinkan, teori-teori yang disajikan pada bagian 2 digunakan sebagai alat analisis.

b. Hasil pengolahan data dapat disampaikan dalam bentuk skema, tabel, diagram, gambar, dan/atau grafik. Dalam penyajiannya, judul gambar diletakkan dibawahnya, sementara judul tabel dituliskan di atasnya. Skema, tabel, diagram, gambar dan grafik diberi nomor untuk memudahkan dalam pembahasan. Pembahasan bukan berisi narasi atas angka-angka yang tertera pada gambar maupun tabel, tetapi menjelaskan fenomena yang terjadi  atau makna dibalik angka-angka atau fakta yang ditemukan.

c. Untuk mendukung pembahasan hasil penelitian, dapat dimanfaatkan tulisan ilmiah dari peneliti lain yang sudah diterbitkan di jurnal ilmiah, ataupun dari buku-buku yang sesuai dengan tema penelitian.

d. Analisis perlu disajikan secara ringkas dan sistematis, sehingga memudahkan orang lain memahami.

Bagian Kesimpulan dan Saran

a. Menjelaskan secara singkat tentang hasil penelitian terkait dengan pertanyaan dan tujuan penelitian.
b. Memberikan saran tindaklanjut yang penting dilakukan (bila perlu).

Bagian Akhir, terdiri dari:

a. Daftar Pustaka

Berisi kumpulan judul, pengarang dan penerbit buku, jurnal dan sumber-sumber rujukan lainnya yang digunakan dalam penelitian. Daftar pustaka perlu disusun beraturan menurut abjad.

b. Lampiran (bila perlu)

Lampiran dapat berupa data, dokumen, dan bahan-bahan penting lainnya yang dianggap penting untuk diketahui pembaca, namun tidak tepat untuk disajikan dalam bagian inti/pokok karena beberapa pertimbangan seperti membutuhkan halaman yang banyak, hanya bersifat pendukung, dan lain sebagainya.
Referensi : https://infokompetisi.lipi.go.id/

Semoga postingan "tips memilih kampus PTS 2018 kopertis IV, kopertis V dan kopertis VI"  akan bermanfaat bagi anda para pelajar calon peserta LKIR dan juga para guru selaku pembimbing pelajar di sekolah.
Jadilah mitra atau partner kami untuk mendapatkan aneka informasi atau artikel terbaru, serta mendapatkan file-file otomatis untuk siap di download, dengan mendaftar melalui SAYA INGIN MENJADI PARTNER, selanjutnya selesaikan 2 tahapan konfimasi email anda, yaitu mengisi email anda dan mengetik kombinasi angka atau huruf pencegah spam di kotak EMAIL SUBSCRIPTION REQUEST.
Terima kasih bagi pembaca yang sudah melihat, membaca, dan men-follow serta men-share artikel ini.

☺☺ MotivasiInspirasi dan Edukasi Indonesia☺☺
Thank you for reading the article entitled Pelajar Indonesia, mari berkompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja 2018

0 comments Pelajar Indonesia, mari berkompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja 2018